Menghafal al-quran merupakan suatu pekerjaan yang sangat mulia, baik dihadapan manusia terutama dihadapan Allah SWT. Banyak keutamaan maupun manfaat yang dapat diperoleh oleh sang penghafal. Baik keutamaan di dunia maupun di akherat kelak. Berikut penulis uraikan singkat mengenai beberapa hal tersebut.
A. Keutamaan Membaca al-QuranMembaca al-Quran di dalam ajaran Islam dinilai sebagai ibadah. Orang mengerjakannya dijanjikan pahala di sisi Allah SWT. Banyak hadits nabi SAW yang menerangkan keutamaan membaca al-Quran, antara lain yang diriwayatkan Imam Bukhari dalam kitab shahihnya:
عن أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : مَثَلُ الْمُؤْمِنِ
الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ، مَثَلُ الْأُتْرُجَّةِ: رِيحُهَا طَيِّبٌ
وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ. وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ
الْقُرْآنَ، مَثَلُ التَّمْرَةِ: لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ.
وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُـرْآنَ، مَثَلُ
الرَّيْحَانَـةِ: رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ. وَمَثَلُ
الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْـرَأُ الْقُرْآنَ، كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ:
لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ متفق عليه
Anas ibn Malik berkata : Abu Musa al-Asy’ari berkata :
Perumpamaan orang mu’min yang membaca
al-Qur’an bagaikan buah Utrujah, rasa buahnya enak dan baunya wangi. Dan
perumpamaan orang mu’min yang tidak membaca al-Qur’an bagaikan buah
Kurma, rasanya enak namun tidak berbau. Sedangkan perumpamaan orang
munafik yang membaca al-Qur’an, bagaikan buah Raihanah, baunya enak
namun rasanya pahit. Dan perumpaman orang munafik yang tidak membaca
al-Qur’an, bagaikan buah Hanzalah, rasanya pahit tetapi tidak berbau.
* Hadis sahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (hadis no. 4632) dan Muslim (hadis no. 1328)
عَنْ أبي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُولُ: اقْرَءُوا الْقُرْآنَ، فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ. رواه مسلم
Abu Umamah al-Bahili ra berkata : Aku mendengar Rasulullah saw bersabda :
Bacalah al-Qur’an karena ia akan memberikan syafaat kepada para “sahabatnya”.
* Hadis sahih, diriwayatkan oleh Muslim (hadis no. 1337).
عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : مَنْ
قَرَأَ الْقُرْآنَ وَاسْتَظْهَرَهُ، فَأَحَلَّ حَلالَهُ وَحَرَّمَ
حَرَامَهُ، أَدْخَلَهُ اللَّهُ بِهِ الْجَنَّةَ، وَشَفَّعَهُ فِي عَشْرَةٍ
مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ، كُلُّهُمْ قَدْ وَجَبَتْ لَهُ النَّارُ. رواه الترمذي
Ali ibn Abi Talib ra berkata : Rasulullah saw bersabda :
Barangsiapa yang membaca al-Qur’an dan
menampakkannya dengan menghalalkan apa yang dihalalkan al-Qur’an dan
mengharamkan apa yang diharamkannya, maka Allah akan masukkan orang
tersebut ke dalam surga dan diberi hak untuk memberi
syafa’at/pertolongan kepada sepuluh orang karabatnya yang semuanya sudah
ditentukan masuk ke dalam neraka.
* Hadis da’if, diriwayatkan oleh al-Tirmizi (hn 2830). Menurut beliau, dalam sanad hadis ini terdapat perawi yang dinilai da’if, yaitu Hafs bin Sulaiman. (lihat biografinya dalam kitab Tahdzib al-Kamal, karya al-Mizzi, jil VII, h. 10-12; Taqrib al-Tahdzib, karya Ibn Hajar, h. 172)
Masih banyak hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan membaca al-Quran. Maka menghafalkannya memiliki kedekatan untuk terus-menerus dalam membaca al-Quran.
Bersambung...
Pentingnya Menghafal Al-Quran 2
Masih banyak hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan membaca al-Quran. Maka menghafalkannya memiliki kedekatan untuk terus-menerus dalam membaca al-Quran.
Bersambung...
Pentingnya Menghafal Al-Quran 2

Tidak ada komentar:
Posting Komentar